Jembatan Tangker Pulau Rimau Memprihatinkan, Truk Sering Terperosok dan Sering Jebol
Transsumsel.com Banyuasin, Sebuah Truk Viral Terperosok di Jembatan Tanker (Tanah Kering) Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatra Selatan, pada Senin, 20 Januari 2025. Hal ini membuat arus lalulintas terganggu menuju Kecamatan Pulau Rimau dan Selat Penuguan.
Berdasarkan informasi, alas jembatan Tanah Kering patah setelah dilewati truk pengangkut sawit. Saat berada di tengah, bantalan jembatan yang terbuat dari lempengan plat besi patah hingga membuat ban truk sebelah kiri terperosok. Sekretaris Kecamatan Pulau Rimau, Hendra ketika dikonfirmasi membenarkan bila alas jembatan tanah kering patah karena dilintasi truk pengangkut sawit. “Informasi yang kami terima, truk yang terperosok sejak pukul 13.50 WIB. Karena hal itu, arus lalu lintas terhambat dan menimbulkan kemacetan,” katanya.
Menurut Hendra, hanya jembatan Tanah Kering yang menjadi akses satu-satunya lalulintas penghubung antara Kecamatan Pulau Rimau dengan Kecamatan Selat Penuguan. “Kami berkoordinasi dengan pihak Perusahaan, agar segera memperbaiki kerusakan jembatan tersebut, sehingga bisa kembali dilalui masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu menurut Andi (Warga Pulau Rimau), jembatan Tanah Kering ini memiliki panjang lebih kurang 150 meter dengan lebar sekitar 3 meter, menjadi satu-satunya akses bagi masyarakat dua kecamatan, di Kabupaten Banyuasin yakni Pulau Rimau dan Selpen. “Bukan hanya Masyarakat yang lewat jembatan ini, melainkan semua kendaraan termasuk truk pengangkut sawit, beras, kelapa dan pengangkut hasil bumi lainnya turut melintas di jembatan ini. Jembatan ini usianya sudah tua dibangun pada tahun 1985, kondisinya kini memprihatinkan sehingga perlu dilakukan perbaikan atau peremajaan,”tambahnya.
