Wabup Muba Ajak Mahasiswa Magister FKIP UNSRI Bangun Pendidikan Berkualitas dan Berkarakter
Sebanyak 100 mahasiswa Magister Pendidikan FKIP Universitas Sriwijaya yang merupakan guru penerima bantuan pendidikan dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengikuti kuliah umum bersama Wakil Bupati Muba, Kyai Rohman, pada Jumat (12/9) di Ruang Djuani Mukti UPT Bahasa UNSRI, Palembang. Acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa reguler, dosen, serta jajaran pimpinan kampus dan pemerintah daerah. Kuliah umum dipandu oleh Dr. Rita Inderawati, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu FKIP, yang bertindak sebagai moderator.
Hadir membuka kegiatan Wakil Rektor Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Rudjito, bersama Dekan FKIP Dr. Hartono, M.A., Wakil Dekan Bidang Riset, PPM, Inovasi, Hilirisasi, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Alumni Prof. Dr. Ratu Ilma Indra Putri, M.Si., staf khusus Pemkab Muba yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Dr. Iskandar, para ketua jurusan, sekretaris jurusan, koordinator Program Studi Magister Pendidikan, serta jajaran pimpinan Kabupaten Musi Banyuasin.
Dalam kuliah umum bertema “Pendidikan Berkualitas sebagai Pemutus Rantai Tantangan Kesejahteraan: Studi Kasus Kabupaten Musi Banyuasin”, Wakil Bupati Rohman menyampaikan materi yang sangat relevan dengan isu pendidikan. Ia menegaskan pentingnya selalu bersyukur dalam setiap keadaan, sekaligus mengingatkan bahwa pendidikan merupakan kunci pemutus rantai kemiskinan dan kebodohan. Rohman juga memaparkan keberhasilan Muba dalam meningkatkan IPM hingga 70,12 pada 2024, tantangan geografis lahan gambut yang memerlukan inovasi pertanian, pentingnya kurikulum yang relevan dengan potensi lokal, hingga perlunya lompatan kesadaran berpikir bagi para pendidik.
Beliau menekankan pentingnya pendidikan karakter yang berjalan beriringan dengan akademik, agar lahir generasi yang tidak hanya terampil tetapi juga bermoral. Pemerintah, tambahnya, terus mendorong peningkatan kompetensi guru, termasuk beasiswa untuk keluarga prasejahtera, teknologi digital untuk pembelajaran, dan dukungan terhadap riset mahasiswa S2 yang mampu melahirkan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.
