HISKI Pusat Perkuat Komisariat: Dari “Mati Suri” Menuju Gerakan Literasi Berdampak
TRANS SUMSEL – Palembang, 11 April 2026 — Pengurus Pusat Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia menggelar Workshop Penguatan Komisariat yang melibatkan tiga wilayah, yaitu Lampung, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung. Kegiatan ini dikoordinir oleh Dr. Rita Inderawati, M.Pd., Pengurus HISKI Pusat yang ditugasi Ketua Umum HISKI Pusat, Prof. Dr. Novi Anoegrahjegti, M.Pd. menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran komisariat sebagai ujung tombak organisasi dalam pengembangan keilmuan dan literasi di daerah.
Workshop yang dilaksanakan secara daring ini menghadirkan para ketua dan pengurus komisariat untuk memaparkan program kerja, kondisi aktual, serta berbagai tantangan yang dihadapi di masing-masing wilayah. Forum ini juga menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi antara pusat dan komisariat.
Komisariat Sumatera Selatan, Ernalida, S.Pd., M.Pd., Ph.D. menunjukkan dinamika yang sangat aktif dengan berbagai kegiatan seperti pelatihan menulis, workshop sastra, serta kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dan komunitas. Sementara itu, Komisariat Lampung, Prof. Dr. Surastina, M.Hum. yang diwakili oleh Dr. Andri Wicaksono, M.Pd. menampilkan program yang terarah pada pengembangan sastra daerah, termasuk rencana penerbitan antologi kajian sastra lokal serta kolaborasi dengan lembaga penyiaran dan pendidikan.
Di sisi lain, Komisariat Bangka Belitung, Dr. Diana Anggraeni, M.Hum. menjadi perhatian khusus dalam forum ini. Meskipun saat ini cenderung pasif, anggita sibu di institusi masing-masing, dan respons terhadap kegiatan yang akan direncanakan rendah, terdapat potensi yang mulai tumbuh kembali, antara lain melalui keberhasilan memperoleh pendanaan program Hibah BIMA oleh ketua yang ditangkap sebagai sinyal strategis oleh koordinator workshop untuk dimanfaatkan berkolaborasi dengan komisariat Babel. Ada juga rencana kolaborasi dengan Radio Republik Indonesia serta pelibatan mahasiswa dari Universitas Bangka Belitung dalam kegiatan sastra.
Dalam arahannya, Dr. Rita Inderawati, M.Pd. menekankan bahwa penguatan komisariat tidak harus dimulai dari kegiatan besar, tetapi dapat diawali dari langkah kecil yang konsisten dan berdampak. Fokus utama diarahkan pada penguatan program berbasis luaran, peningkatan kolaborasi lintas wilayah, serta aktivasi anggota secara bertahap.
“Kita tidak hanya ingin kegiatan berjalan, tetapi juga menghasilkan karya dan kontribusi nyata. Mulai dari yang sederhana, tetapi dilakukan secara konsisten,” menjadi salah satu penegasan dalam workshop tersebut.
Selain itu, kebutuhan komisariat terhadap dukungan narasumber, publikasi, penelitian, serta penguatan organisasi juga menjadi perhatian utama. Koordinator penguatan komisariat ini menyatakan komitmennya untuk mendampingi komisariat melalui fasilitasi jejaring akademik, penguatan kapasitas, serta pengembangan program kolaboratif.
Workshop ini menghasilkan sejumlah poin penting, antara lain perlunya penetapan program unggulan di setiap komisariat, penguatan dokumentasi dan publikasi kegiatan, serta optimalisasi kerja sama yang telah terjalin agar lebih berdampak.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan organisasi secara berkelanjutan. Dengan sinergi antara pusat dan komisariat, HISKI diharapkan mampu tampil lebih produktif, kolaboratif, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sastra dan literasi di Indonesia.
