Ketua DPRD Provinsi Sumsel Hadiri Acara Peletakan Batu Pertama Jembatan Muara Lawai Kabupaten Lahat
TRANS SUMSEL – Lahat, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Andie Dinialdie, S.E., M.M., menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan kembali jembatan serta perbaikan jalan di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat. Pembangunan ini dilakukan pasca ambruknya jembatan yang menghubungkan wilayah Lahat dan Muara Enim pada 29 Juni 2025.
Ambruknya Jembatan Muara Lawai sempat mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan tersebut. Oleh karena itu, pembangunan kembali jembatan menjadi langkah strategis yang dilakukan secara cepat melalui kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta guna memulihkan akses transportasi.
Dalam kesempatan tersebut, Andie Dinialdie menegaskan pentingnya penerapan regulasi yang ketat terhadap perusahaan tambang yang melintasi jalur tersebut. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga ketahanan infrastruktur dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Komisi IV DPRD Sumsel turut mengawal proses perbaikan darurat hingga rekonstruksi jembatan yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp21,4 miliar. Pembangunan difokuskan pada penguatan struktur agar jembatan dapat dilalui kendaraan umum maupun operasional dengan aman dan berkelanjutan.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen DPRD Sumsel dalam melakukan pengawasan serta mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis, khususnya di wilayah Kabupaten Lahat.
Selain itu, Andie Dinialdie juga menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan yang masih banyak mengalami kerusakan dan berlubang, yang berdampak pada aktivitas sehari-hari. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan saat ini tengah berada dalam tahap penganggaran untuk perawatan fungsional jalan.
“Perbaikan melalui pengaspalan ulang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun depan sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol dimulainya pembangunan infrastruktur baru, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

