Harga Emas di Palembang Turun, Masyarakat Diminta Tidak FOMO
PALEMBANG,- Setidaknya dalam dua hari terakhir harga emas di Kota Palembang mulai turun usai melambung di harga tinggi Rp2 jutaan per gram dan Rp11,3 juta per suku atau 6,7 gram.
Meski harga emas yang sebelumnya stabil meroket hingga emas batangan tembus Rp2 juta lebih per gram, tapi dilihat dari dua hari terakhir, harga emas batangan justru menurun.
Per 24 April 2025 ini harga emas batangan di Galeri 24 Palembang senilai Rp1.991.000 per gram dari sebelumnya 2.009.000 per gram. Harga emas batangan untuk Antam jadi Rp2.052.000 per gram dari sebelumnya Rp2.075.000.
Penurunan harga juga terjadi untuk emas perhiasan. Seperti di Toko Emas Anda, harga per suku Rp10.900.000, turun dibandingkan hari sebelumnya Rp11.000.000 per suku.
Begitupun di Toko Emas Laris, harga sejak 23 April dan 24 April ini stagnan di harga Rp11.050.000 per suku. Harga ini mengalami penurunan sejak beberapa hari sebelumnya per suku berkisar Rp11.300.000.
Saat harga turun, diakui pihak Galeri 24 Palembang, meski harga turun, minat masyarakat untuk membeli emas tidak pernah turun. Setidaknya dalam sehari untuk Pre Order (PO) habis 1 Kg emas perhari.
Dengan harga saat ini malah membuat makin tingginya minat masyarakat membeli emas dinilai Pengamat Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri) Soekanto Sairuki sedikit kurang bijak.
“Semakin tinggi permintaan dari masyarakat maka harga akan semakin melambung. Dengan harga yang saat ini stabil dan cenderung turun dipengaruhi karena kondisi penawaran dan permintaan setara,” katanya.
Upaya menjaga harga emas stabil lanjutnya, adalah dengan tetap tenang menghadapi perang harga dan masyarakat tidak terburu-buru membeli emas hanya untuk ikut fenomena Fear Of Missing Out (FOMO).
Soekanto mengatakan, fenomena tersebut jadi salah satu sebab yang membuat harga emas terus melambung dengan kenaikan tinggi. Apalagi sepekan belakang, harga emas sempat naik Rp300 ribu per suku atau 6,7 gram.
“Fenomena ini menunjukkan gejala fear of missing out atau FOMO. Banyak orang takut ketinggalan, lalu ikut-ikutan beli,” jelasnya. (Rya)
