HPN 2026 di Banten Dorong Pengembangan Sport Tourism Berbasis Ekonomi Daerah
TRANS SUMSEL – Upaya mengembangkan pariwisata yang berbasis olahraga membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Hal ini juga menjadi fokus pada rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten, membahas Seminar Sport Tourism Banten yang digelar di Hotel Le Dian, Serang, Sabtu (7/2).
Seminar tersebut dibuka oleh Asisten Daerah (Asda) II Provinsi Banten, Budi Santoso. Dalam sambutannya, Budi Santoso menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan HPN 2026.
“Pada hari ini terdapat sejumlah seminar yang berlangsung bersamaan, seperti Seminar Kawasan Ekonomi Khusus di BSD dan Seminar Proyek Strategis Nasional di Hotel Aston. Alhamdulillah, seluruh kegiatan dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, Budi Santoso menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Banten sebagai tuan rumah HPN 2026. Ia berharap tema HPN 2026, Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat, mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.
Ia menjelaskan bahwa Gubernur Banten sejatinya dijadwalkan membuka seminar secara langsung. Namun, karena adanya agenda lain yang bersamaan, dirinya ditugaskan untuk mewakili sekaligus membacakan sambutan resmi gubernur.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu sektor strategis penopang pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian Banten mencapai sekitar Rp21 triliun dan menunjukkan tren pertumbuhan positif.
Selain itu, tingkat hunian kamar hotel di Banten juga terus meningkat, terutama di destinasi unggulan dan wilayah penyangga Jabodetabek. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan wisatawan terhadap Banten sebagai destinasi wisata sekaligus lokasi penyelenggaraan berbagai event.
“Minat dan realisasi investasi di sektor pariwisata juga terus bertumbuh, baik dalam pengembangan kawasan, penyediaan amenitas, maupun penyelenggaraan event. Pariwisata kini menjadi instrumen investasi dan penciptaan nilai tambah bagi daerah,” kata Budi Santoso.
Ke depan, pembangunan pariwisata Banten akan difokuskan pada peningkatan kualitas. Sejalan dengan kebijakan nasional, sport tourism dinilai sebagai subsektor potensial karena memiliki efek pengganda yang besar.
“Sport tourism mampu mengoptimalkan infrastruktur, menggerakkan UMKM, memperkuat ekonomi kreatif, serta meningkatkan citra destinasi wisata,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PWI Banyuasin, Ketua PWI Banyuasin, Wardoyo, S.I.Kom, menilai seminar sport tourism yang digelar di Banten sebagai langkah strategis dalam mendorong pengembangan pariwisata berbasis olahraga di Indonesia terutama di Banyuasin. Menurutnya, sport tourism bukan hanya mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk mempromosikan potensi daerah secara berkelanjutan.
“Hari ini kita mendengarkan paparan dari pemerintah dan penggiat wisata, yang nantinya berguna bagi insan pers untuk mendorong sport tourism di Banyuasin, ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti seminar ini penting untuk menyatukan perspektif antara pemerintah, pelaku olahraga, insan pariwisata, dan media. “Peran media sangat krusial dalam mengangkat event olahraga agar memiliki daya tarik nasional bahkan internasional. Dengan pengemasan yang tepat, sport tourism bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” ujar Wardoyo.
Wardoyo berharap hasil dari seminar tersebut tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi dapat diimplementasikan melalui event-event olahraga yang terencana, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian utama dari pembangunan pariwisata.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Asisten Deputi Strategis Event Kementerian Pariwisata RI Fransiskus Handoko, Asisten Deputi Promosi dan Kemitraan Global Olahraga Yayan Rubaeni, Kepala Dinas Pariwisata Banten Eli Susanti, Ketua Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA) Amalia Yunita, serta Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) GS Ashok Kumar. Seminar dipandu Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Pusat, Aat Sutya Safaat.

