Pelaku Pemukulan Dokter Koas di Palembang Serahkan Diri Ke Polda Sumsel
Transsumsel.com – Pelaku pemukulan dokter koas di Palembang, Sumatera Selatan, menyerahkan diri ke Polda Sumatera Selatan. Dengan didampingi keluarga dan kuasa hukum, pelaku berinisial DT berjalan menunduk tanpa memberikan keterangan apapun dan langsung menuju ke ruang penyidik Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel. DT mendatangi Polda Sumsel didampingi kuasa hukumnya pascadilaporkan korban, Muhammad Luthfi. Aksi pemukulan dilakukan DT terhadap dokter koas itu dilakukan di sebuah Cafe di Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Rabu (11/12/2024).
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Sunarto mengatakan pelaku saat ini masih berstatus terlapor. Sunarto belum bisa memastikan apakah nantinya DT akan langsung ditahan atau tidak. Penyidik masih terus melakukan pendalaman kasus. “Diterima oleh penyidik dan saat ini dilakukan pemeriksaan awal. Belum (ditahan) masih pemeriksaan terhadap terlapor, ” jelas Sunarto.
Kuasa hukum DT, Titis Rachmawati, mengatakan motif insiden pemukulan yang dilakukan kliennya karena terprovokasi ketika mendampingi LN, ibu dari mahasiswi inisial Ly. “Kami sebagai kuasa hukum DT calon tersangka dan juga kuasa hukum ibu Lina (LN).” “Menurut si DT ini dia lihat (korban) tidak merespon dari ibu LN, jadi orang tak direspon itu kayak enggak ditanggapi. Malah ke arah lain sambil senyum-senyum, jadi dia terprovokasi,” ungkap Titis, Jumat. Titis mengatakan, persoalan yang memicu keributan adalah hal sepele, yang mana dalam pertemuan tersebut hendak membicarakan soal jadwal koas.
Ketika itu, LN menceritakan tentang keadaan atau situasi koas yang dialami anaknya, yang menurutnya pembagian jadwal jaga tidak adil. “Klien kami akan meluruskan soal penjadwalan jadwal jaga anaknya. Karena ada sesuatu yang tidak diperlakukan sama. Ibu Lina mengajak korban bertemu bertujuan untuk komunikasi, menganggap anaknya tidak bisa komunikasi dengan korban koas ini,” jelas Titis. “Namun pada saat klien membahas permasalahan tersebut, terjadi kesalahpahaman yang mengakibatkan tanpa sepengetahuan klien. Sopir klien kami DT, tiba-tiba melakukan perbuatan pemukulan itu, ini soal miskomunikasi saja,” papar Titis. (Rd)
