Perkuat Jejaring Global, FKIP UNSRI Jajaki Kolaborasi Strategis dengan NIE NTU Singapura
TRANS SUMSEL, FKIP Universitas Sriwijaya (UNSRI) terus memperluas jejaring internasional di bidang pendidikan guru. Upaya tersebut ditandai dengan pertemuan resmi antara pimpinan FKIP UNSRI dan National Institute of Education (NIE), Nanyang Technological University (NTU) Singapura, yang berlangsung pada 27 Januari 2026 di kampus NIE, Singapura.
Pertemuan awal diterima langsung oleh Assoc. Professor Toh Tin Lam menyambut delegasi FKIP UNSRI yang terdiri atas Dekan dan para wakil dekan FKIP UNSRI (Dr. Rita, Dr. Didi, dan Prof. Dr. Ratu Ilma), dan Prof. Zulkardi. Pemberian materi oleh dua Profesor Pendidikan Matematika tersebut mengawali pertemuan ini. Selanjutnya, pertemuan diterima langsung oleh Dekan NIE Singapura, Associate Professor Dr. Chow Jia Yi, didampingi jajaran akademik NIE. Dari pihak UNSRI, hadir Dekan FKIP UNSRI, Dr. Hartono, M.A., Wakil Dekan FKIP UNSRI, Dr. Didi Jaya Santri, serta tim pendamping. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan konstruktif, mencerminkan keseriusan kedua institusi dalam membangun kolaborasi jangka panjang.
Dalam pemaparannya, Dekan NIE menjelaskan bahwa NIE merupakan institusi pendidikan guru berskala internasional dengan sekitar 5.000–6.000 mahasiswa aktif, yang berfokus pada penguatan kompetensi pedagogik, integrasi teori dan praktik profesional, serta pengalaman internasional mahasiswa. NIE juga menawarkan berbagai program mobilitas, termasuk semester exchange dan professional attachment di sekolah, museum, serta institusi penerbitan.
Sementara itu, Dekan FKIP UNSRI mempresentasikan profil fakultas yang memiliki 4 departemen, 23 program studi, serta menegaskan komitmen FKIP UNSRI untuk memperluas kerja sama internasional di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan akademik.
Sebagai tindak lanjut konkret, FKIP UNSRI secara resmi mengundang NIE untuk berpartisipasi dalam FKIP UNSRI Summer Course 2026 serta SULE International Conference (SULE-IC) 2026, sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi kampus dan pertukaran keilmuan lintas negara.
Diskusi juga menyoroti peluang mobilitas mahasiswa FKIP UNSRI untuk mengikuti perkuliahan satu semester di NIE, serta pertukaran mahasiswa NIE ke FKIP UNSRI melalui skema SEA Teacher Program. Kedua pihak sepakat bahwa kolaborasi ini tidak hanya memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga memperkuat kualitas pendidikan guru di tingkat regional Asia.
Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk melanjutkan komunikasi intensif dan menyiapkan langkah-langkah teknis guna memformalkan kerja sama ke depan, menandai langkah strategis FKIP UNSRI dalam menempatkan diri sebagai fakultas kependidikan yang berdaya saing global dan berdampak internasional.
