Tiga Dosen FKIP UNSRI Lolos Abstrak Seabad Asrul Sani, Siap Jadi Narasumber Nasional dan Garap “Buntal” HISKI dari Papua sampai Aceh
TRANS SUMSEL – Palembang, 20 Februari 2026 — Tiga dosen Departemen Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Sriwijaya kembali menorehkan capaian akademik di tingkat nasional. Abstrak karya ilmiah mereka dinyatakan lolos dalam rangkaian Lokakarya Penulisan Seabad Asrul Sani yang diselenggarakan oleh Himpunan Sarjana Sastra Indonesia (HISKI) Pusat.
Ketiga dosen tersebut adalah Dr. Rita Inderawati, M.Pd., Ernalida, Ph.D. beserta tim, dan Prof. Dr. Nurhayati beserta tim. Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari forum ilmiah nasional yang menghadirkan para akademisi dan pakar sastra dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk merefleksikan jejak intelektual dan karya Asrul Sani dalam lintasan sejarah sastra Indonesia.
Kegiatan lokakarya ini tidak sekadar menjadi ajang presentasi gagasan. Setelah pengumuman kelolosan abstrak, seluruh penulis diwajibkan mengikuti lokakarya nasional yang digelar HISKI Pusat dan sekaligus menjadi narasumber dalam forum tersebut. Pada tahap ini, setiap gagasan mendapatkan masukan konstruktif dari para pakar dan sesama akademisi sebagai proses penguatan argumentasi, kedalaman analisis, dan kebaruan perspektif.
Dr. Rita Inderawati mengangkat kajian yang menempatkan karya Asrul Sani dalam konteks literasi sastra dan penguatan refleksi intelektual dalam pembelajaran bahasa Inggris. Sementara itu, Ernalida, Ph.D. bersama tim mengeksplorasi dinamika sastra Indonesia. Adapun Prof. Dr. Nurhayati dan tim menyoroti Sastra sebagai Ruang Kegelisahan: Membaca Eksistensialisme dalam Antologi Karya Asrul Sani.
Setelah melalui proses lokakarya dan pengayaan gagasan, para penulis akan menuangkan ide-ide tersebut ke dalam artikel ilmiah yang selanjutnya dihimpun menjadi “Buntal” (Buku Bantal) — istilah khas HISKI untuk buku kolaboratif yang ditulis bersama oleh para akademisi dari Papua hingga Aceh. Buku ini menjadi simbol jejaring intelektual nasional yang mempertemukan beragam perspektif dalam satu karya kolektif.
Partisipasi tiga dosen FKIP UNSRI ini tidak hanya menunjukkan konsistensi kontribusi akademik di bidang sastra dan pendidikan bahasa, tetapi juga mempertegas peran UNSRI dalam percakapan ilmiah nasional. Dari ruang kelas hingga forum ilmiah nasional, gagasan terus dirawat dan dikembangkan—menghubungkan tradisi sastra, refleksi intelektual, dan praksis pendidikan dalam satu gerak yang berkelanjutan.
#FKIP REPUTASI. #FKIPBERDAMPAK. #FKIPGOGREEN
#UnsriRumahKita
